Pemanfaatan Potensi Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa. L) Sebagai Sediaan Gel Hand Sanitizer


Dosen STIKES Nani Hasanuddin Makassar, Jumasni Adnan, S.Farm.,Apt. dan Yusnita S.Si.,M.Si.,Apt. melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Penelitian dengan Judul "Pemanfaatan potensi limbah kulit bawang merah (Allium cepa. L) sebagai sediaan gel hand sanitizer" dengan ringkasan hasil penelitian sebagai berikut.

Berbagai penyakit disebabkan oleh mikroorganisme, dan salah satu penyebarannya adalah melalui tangan. Tangan merupakan alat transmisi dari mikroorganisme, Gel hand sanitizer sebagai jalan keluar untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan karena lebih praktis dan mudah dibawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan gel yang stabil secara fisik dan memiliki aktivitas penghambatan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dalam penelitian ini dibuat 3 formulasi sediaan dengan perbandingan Hidroksi etil selilulose 0.5%, 1% dan 2% kemudian dilakukan pengujian stabilitas fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH dan daya sebar sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat kemudian dilakukan pengujian aktivitas antimikroba dengan metode sumuran.

Pengamatan organoleptik menunjukkan tidak adanya perubahan  warna, aroma/bau dan tekstur. Hasil Pengujian homogenitas pada formula dengan konsentrasi basis 0,5% ini tidak homogen, formula dengan konsentrasi basis 1% dan 2% homogen.  Hasil pengujian pH menunjukkan bahwa sediaan gel hand sanitizertidak mengalami perubahan pH.  Pada pengujian  daya sebar gel dengan konsentrasi basis hidrksietil selulosa 1% memiliki nilai daya sebar tertinggi. namun Hasil  statistik uji T berpasangan statistik menunjukkan bahwa daya sebar sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat berbeda signifikan 0.043 (p<0.05), namun masih sesuai dengan rentang nilai spesifikasi daya sebar untuk sediaan semipadat yang baik.

Hasil Uji KHM menunjukkan Gel ekstrak etanol kulit bawang merah F1, F2 dan F3 termasuk dalam sediaan yang memberikan daya hambat kuat yaitu gel ekstrak etanol kulit bang merah F1 daya hambat sebesar 16mm, F2 dan F3 memilki daya hambat yang sama sebesar 14,33. dapat disimpulkan bahwa formulasi F2 (hidroksi etil selulosa 1 %)  memiliki stabilitas fisik yang yang terbaik namun formulasi  F1 (hidroksi etil selulosa 0,5 %)  paling efektif mrnghambat  bakteri Staphylococcus aureus.
Sampel kulit bawang merah

Penimbangan bahan

Pembuatan basis gel

 Hasil Gel 

Uji pH



Pengaruh Efek Ekstrak Etanol Daun Bayam Merah (Amaranthus Sp.) Sebagai Antioksidan Pada Paru – Paru Tikus (Rattus Norvegicus) Jantan Yang Dipapar Asap Rokok Dengan Parameter Histopatologi


Menurut WHO (2002), Indonesia menempati urutan kelima dalam konsumsi rokok di dunia. Rokok telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan data, akibat rokok di Indonesia menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan emfisema pada tahun 2001. Selain itu rokok merupakan penyebab stroke sebesar 5% dari jumlah kasus stroke yang ada. Lebih dari 40,3 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun terpapar asap rokok di lingkungannya. Akibatnya mereka mengalami pertumbuhan paru yang lambat dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga dan asma. Diperkirakan hingga menjelang 2030 kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta pertahunnya dan di negara berkembang diperkira kan tidak kurang 70% kematian yang disebab kan oleh rokok.

Bayam merah ( Amaranthus Sp.) memiliki kandungan zat yang banyak didalamnya. Bayam ini unsur kimia alami yang bisa membantu kesehatan pada tubuh. Kandungan zat kimia yang bisa ditemukan adalah protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin serta vitamin A,B, dan C. Untuk itu mengkonsumsi bayam jenis ini sangat cocok untuk kehidupan sehari-hari selain itu bayam merah juga memiliki sejumlah karotenoid yang merupakan sumber antioksidan yang sangat kita butuhkan. 

Sebagaimana hal tersebut di atas, Suryanita,S.Farm.,Apt dan Hilda Wiryanthi Suprio, S.Si.,Apt melaksanakan penelitian "Pengaruh  Efek  Ekstrak  Etanol Daun Bayam Merah (Amaranthus Sp.)  Sebagai Antioksidan  Pada  Paru – Paru Tikus (Rattus Norvegicus) Jantan Yang Dipapar Asap Rokok Dengan Parameter Histopatologi" YANG bertujuan untuk membuktikan apakah ekstrak etanol daun Bayam merah (Amaranthus Sp.) terhadap tikus (Rattus norvegicus) jantan dapat mempengaruhi gambaran histopatologis paru-paru tikus yang diberi paparan asap rokok. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi dan Laboratorium Fitokimia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nani Hasanuddin Makassar. Perubahan yang diukur dalam penelitian ini adalah perubahan diameter alveolus pada dinding paru-paru mencit setelah pemberian ekstrak etanol daun bayam merah (Amaranthus sp.).

Sama halnya dengan bayam biasa, bayam merah juga memiliki kandungan zat yang banyak didalamnya. Bayam ini memiliki unsur kimia alami yang bisa membantu kesehatan pada tubuh. Kandungan zat kimia yang bisa ditemukan adalah protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin serta vitamin A,B,C dan E. Kandungan vitamin C dan senyawa flavanoid pada bayam merah lebih tinggi dibandingkan dengan bayam hijau. Adanya kandungan senyawa metabolit sekunder pada bayam merah dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas. Sedangkan Asap rokok mengandung sekitar 4.000 zat kimia seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO), asam sianida (HCN), amonia (NH4OH), acrolein, acetilen, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarin, etilkatehol 4, dan ortokresol. Selain komponen gas ada komponen padat atau partikel yang terdiri dari nikotin dan tar (TSCS, 2008). Karbon Monoksida (CO) merupakan gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen. 

Dari hasil penelitian uji efek pemberian ekstrak etanol daun bayam merah (Amarantus SP) terhadap histopatologi paru-paru tikus (Rattus norvegicus) yang dipapar asap rokok diperoleh hasil sebagai berikut : 

Pada gambaran histologi paru-paru tikus putih (Rattus norvegicus) kontrol positif tidak terdapat kerusakan pada paru-paru yang berarti sel dalam keadaan normal, hal ini dapat dilihat pada gambar :
Kelompok kontrol positif dimana paru-paru tidak mendapatkan paparan asap rokok, sehingga alveolus - alveolusnya mempunyai diameter yang relatif normal tidak terjadi pelebaran dinding alveolus.

Pada gambaran histologi paru-paru tikus putih (Rattus norvegicus) kontrol negatif terdapat kerusakan pada paru-paru yang berarti sel dalam keadaan tidak normal, hal ini dapat dilihat pada gambar :
Kelompok kontrol negatif dimana paru-paru mendapatkan paparan asap rokok, sehingga dinding alveoli mengalami kerusakan (necrotik epitel), dan terjadi pendarahan (hemorrhagi) dan penggumpalan darah (congesti) pada pembulun darah, serta mengalami sel radang.

Pada gambaran histologi paru-paru tikus putih (Rattus norvegicus) yang telah diberikan ekstrak bayam merah dengan dosis 100 mg/kgBB terdapat kerusakan pada paru-paru berupa sel radang, hal ini dapat dilihat pada gambar  :
Kelompok yang telah diberikan ekstrak bayam merah dengan dosis 100 mg/kgBB. Dimana terjadi sel radang pada dinding alveoli. Namun permukaan diameter alveolus masih relatif normal.

Pada gambaran histologi paru-paru tikus putih (Rattus norvegicus) yang telah diberikan ekstrak bayam merah dengan dosis 200 mg/kgBB terdapat kerusakan pada paru-paru berupa. Hal ini dapat dilihat pada gambar  :

Kelompok yang telah diberikan ekstrak bayam merah dengan dosis 200 mg/kgBB. Dimana terjadi perdarahan (hemorrhagi), sel radang pada dinding alveoli. Namun permukaan diameter alveolus masih relatif normal.

Pada gambaran histologi paru-paru tikus putih (Rattus norvegicus) yang telah diberikan vitamin E  terdapat kerusakan pada paru-paru berupa  hemorrhagi, hal ini dapat dilihat pada gambar  :

Kelompok yang telah diberikan vitamin E. Dimana permukaan diameter alveolus masih relatif normal, dan terjadi perdarahan (hemorrhagi) di  dinding aleveoli. Serta masih terdapat cairan jaringan.

Dalam penelitian ini hewan uji yang digunakan adalah tikus kelamin jantan, umur 2 -3 bulan dengan berat 100 – 200 gram sebanyak 15 ekor. Tikus adalah hewan uji yang sering digunakan dalam percobaan atau penelitian biomedis, karena harganya relatif murah, mudah berkembang biak, tidak mudah mati, selain itu pemeliharaannya juga mudah. 

Hasil pengamatan histologi pada kelompok kontrol positif tidak terdapat kerusakan paru-paru yang berarti sel dalam keadaan normal. Kelompok kontrol negatif terdapat kerusakan paru-paru yang berarti sel dalam keadaan tidak normal, seperti congesti, hemorrhagi, necrotik epitel dan sel radang. Kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun bayam merah dengan dosis 100 mg/KgBB berdasarkan analisis deskriptif histologi paru hanya mengalami sel radang pada paru-paru. Kelompok yang diberikan ekstrak etanol daun bayam merah dengan dosis 200 mg/KgBB terdapat kerusakan pada paru-paru berupa hemorrhagi, dedema dan sel radang. Kelompok yang diberikan dengan vitamin E terdapat kerusakan paru-paru berupa hemorrhagi.

Pada kelompok perlakuan diberi zat yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan sehingga dapat meredan aktivitas radikal bebas. Ekstrak daun bayam merah (Amarantus SP) dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB berfungsi sebagai antioksidan karena mengandung zat-zat yang mempunyai khasiat antioksidan seperti senyawa flavanoid, vitamin A, vitamin B, vitamin C, karoten, asam folat. Senyawa tersebut merupakan komponen dengan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun bayam merah memiliki kemampuan menagkap dan menstabilkan radikal bebas.  

Kelompok kontrol positif tidak mendapatkan paparan asap rokok mempunyai kepadatan permukaan paru dimana diameter alveolus masih normal. Dibandingkan dengan kelompok negatif yang mendapatkan paparan asap rokok dimana alveolusnya melebar. Sel paru yang terpapar asap rokok mengalami perubahan patologis seperti pelebaran dinding alveolus. Pelebaran alveolus diawali oleh oksidasi protein yang menyebabkan ketidakseimbangan enzim proteolisis dan antiproteolisis pada paru sehingga kehilangan integritas dan kemampuan elastisitasnya. Dimana enzim proteolisis ini dapat menyebabkan emfisema atau perdangan. 

Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun bayam merah (Amarantus SP) dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB dapat memberikan efek sebagai antioksidan pada paru tikus (Rattus norvegicus) yang dipapar asap rokok.

Dokumentasi Kegiatan :





Sumber Alternatif Bahan Baku Obat Thypoid dari Herba Daun Mengkudu ( Morida Citrifolia L.) Terhadap Bakteri Salmonella Sp




Mengkudu (Morinda citrifolia L) adalah tanaman yang sejak lama digunakan masyarakat sebagai bahan makanan sekaligus pengobatan. Salah satu bagian dan tumbuhan  mengkudu (Morinda citrifolia L) dapat digunakan sebagai obat adalah  daun. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui apakah daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung senyawa aktif sebagai bakterisida terhadap Salmonella sp.. Penelitian ini merupakan orservasi langsung pada laboratorium dengan tahapan meliputi . Ekstraksi senyawa aktif daun mengkudu , uji aktivitas antibakteri, identifikasi ekstrak daun mengkudu, kemudian analisa data. Adapun hasil dari penelitin ini yaitu menujukkan bahwa ekstrak etanol  daun mengudu (Morinda citrifolia L) mengandung flavonoid dengan nilai Rf 0,89, alkaloid dengan nilai Rf 0,30, saponin dengan nilai Rf 0,78, dan tannin dengan nilai Rf 0,60sedangan metode spektrofotometri UV-Vis dengan konsentrasi 20ppm dengan nilai absorben 0,149,konsentrasi  40ppm dengan nilai absorben 0,214, konsentrasi 60ppm dengan nilai absorben 0,306, konsentrasi 80ppm dengan nilai absorben 0,395 dan konsentrasi 100ppm dengan nilai absorben 0,480. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa herba daunmengkudu (Morinda citrifolia) mengandung senyawa aktif bakterisida yaitu flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin.

Dosen tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar Ferna Indrayani S.Si., M.Si., Apt., Mutmainnah B., S.Si., M.Si., Apt. dan Reski Yalatri Wirastuty S.Farm., Apt melaksanakan penelitian dengan judul "Sumber Alternatif Bahan Baku Obat Thypoid dari  Herba Daun Mengkudu ( Morida Citrifolia L.) Terhadap Bakteri  Salmonella Sp". Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi STIKES Nani Hasanuddin Makassar dengan melibatkan 2 mahasiswa yaitu Irham Afandi dan Anita.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada pengujian flavanoid dapat diketahui bahwa sampel daun mengkudu positif mengandung flavanoid. Hasil ini ditunjukkan dengan adanya perubahan warna merah atau jingga. Pada pengujian senyawa alkaloid dari penelitian yang telah dilakukan bahwa sampel daun mengkudu positif mengandung alkaloid. Pada pengujian senyawa tannin dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sampek daun mengkudu positif mengandung tannin. Hasil ini ditunjukkan dengan adanya perubahan warna hijau kehitaman. 

Ada beberapa faktor  yangdapat mempengaruhi kerja zat antimikroba, diantaranya adalah umur bakteri, konsentrasi zat antimikroba, suhu, kandungan bahan antimikroba dan sebagainya. Dimana kecepatan populasi mikroba mengalami kematian erat hubugannya dengan umur mikroba.Pada umumnya mikroba yang lebih mudah daya tahannya lebih rendah dibandingkan dengan bakteri yang lebih tua.Kemampuan suatu bahan dalam menghambat atau membentuk mikroba tergantung ada tinggi rendahnya konsentrasi dan bahan antimikroba.Pada umumnya, kecepatan kematian mikroba berhubungan secara langsung dengan konsentrasi antimikroba.

Adapun kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu Herba Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung senyawa kimia yang bersifat antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin.

Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Ibu Tentang Pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Pampang Kota Makassar

Syaipuddin, SKM.,S.Kep.,Ns.,M.Kes dan Rusni Mato, S.Kep.,Ns.,M.Kes melaksanakan Penelitian dengan judul "Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Ibu Tentang Pemberian ASI Ekslusif " yang dilaksanakan di Puskesmas Pampang Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018. Tujuan penelitian ini adalah Untuk pengembangan keilmuan keperawatan, informasi tentang Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Ibu Tentang Pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Pampang Kota Makassar.

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. (Depkes, 2007). Tujuan penelitian ini untuk mengindetifikasi umur, tingkat pendidikan, pengetahuan dan lingkungan sekitar yang mempengaruhi persepsi ibu tentang pemberian ASI Eksklusi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan study cros sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menyusui bayinya yang berkunjung di Puskesmas dengan jumlah sampel 107 responden ibu yang menyusui dari data yang dikumpulkan dari klien dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel dengan cara aksidental sampling. Data di analisis dengan menggunakan uji chi-cquare dengan kemaknaan α< 0,05.

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang paling utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori, protein hal ini banyak ditemukan bayi dan anak yang masih kecil dan sudah mendapat adik lagi yang sering disebut “kesundulan” artinya terdorong lagi oleh kepala adiknya yang telah muncul dilahirkan. Keadaan ini karena anak dan bayi merupakan golongan rentan.
Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi

ASI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukan lagi, namun akhir-akhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibu meyusui melupakan keuntungan menyusui. Selama ini dengan membiarkan bayi terbiasa menyusu dari alat pengganti, padahal hanya sedikit bayi yang sebenarnya menggunakan susu botol atau susu formula. Kalau hal yang demikian terus berlangsung, tentunya hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap upaya pelestarian dari peningkatan penggunaan ASI.

Cakupan ASI Eksklusif Puskesmas Pampang Kota Makassar pada tahun 2014 sebanyak 374 orang, dan cakupan ibu yang menyusui pada tahun 2015 sebanyak 397 ibu, tetapi yang memberikan ASI Eksklusif hanya 277 orang, dan  jumlah ibu yang menyusui pada tahun 2016 sebanyak 955 orang, dan yang memberikan ASI Eksklusif hanya 676 orang. (Puskesmas Pampang Kota Makassar, 2016).

Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologi Melalui Yoga Prenatal



World Health Organization (WHO) tahun 2007 memperkirakan sekitar 75-85% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta mengancam jiwanya. Departemen kesehatan menyebutkan angka kematian ibu di Indonesia tahun 2012 mencapai 359/100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu sebesar 90% terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan, Penyebab langsung kematian ibu yaitu perdarahan sebesar 28%, eklamsia sebesar 24%, dan infeksi sebesar 11%, sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah Kurang Energi Kronik (KEK) pada saat kehamilan sebesar 37%,dan anemia pada saat kehamilan sebesar 2 40%.

Arisna Kadir, S.ST.,M.Keb melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan "Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologi Melalui Yoga Prenatal". Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 - Februari 2018 di Puskesmas Tamalanrea Jaya.
Program Kelas Ibu Hamil

Program kelas ibu hamil adalah salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terjadi perubahan perilaku positif sehingga ibu melakukan pemeriksaan kehamilan pada tenaga kesehatan dan merencanakan proses persalinan di tempat pelayanan kesehatan agar menurunkan angka kematian ibu dan Anak. Adapun hasil yang ingin dicapai dari penyelenggaraan yoga prenatal untuk mengubah prilaku ibu agar melakukan melakukan olahraga rutin, mengubah pemikiran ibu bahwa kegiatan sehari – hari bukan bentuk olahraga, ibu terbiasa melakukan tehnik relaksasi dalam pernafasan dan menjadi lebih siap dalam menghadapi persalinan. 

Sasaran kegiatan yoga prenatal ini adalah seluruh ibu hamil pada umur kehamilan >24 minggu (trimester III), karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, dan dapat dipantau  sampai ibu bersalin. Jumlah peserta yoga prenatal dilakukan bersama seluruh peserta ibu hamil agar gerakan yang dilakukan dapat lebih optimal, menjalin hubungan emosional dan meningkatkan semangat.

Adapun luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah :
1. Dapat meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang :
    a. Pengolahan kesehatan fisik dan psikologi dengan pemberdayaan diri melalui yoga
    b. Persiapan ibu menghadapi persalinan
    c. Latihan pernafasan dalam menghadapi nyeri persalinan
2. Dapat mengubah perilaku ibu hamil tentang :
    a. Pentingnya melakukan yoga prenatal untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologi
    b. Ibu mampu menguasai tehnik relaksasi pernafasan untuk mengurangi nyeri dan menghadapi 
        persalinan

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk pendidikan kesehatan dan pelatihan pada ibu hamil agar dapat memberdayakan diri dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologi dengan metode ceramah dan Tanya jawab serta pelaksanaan latihan yoga prenatal yang diberikan kepada ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Peserta terdiri dari 25 orang 
Pelaksanaan Yoga Prenatal

Pada pertemuan pertama di sesi awal selama proses penyuluhan, ibu hamil tampak antusias mendengarkan informasi yang diberikan dan beberapa diantaranya memberikan pertanyaan dan tanggapan sehubungan dengan manfaat yoga prenatal setelah penyuluhan selesai, di sesi selanjutnya ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 24 minggu tampak semangat mengikuti latihan yoga prenatal sesuai dengan arahan dari instruktur, sedangkan ibu hamil dengan usia kehamilan kurang dari 24 minggu tampak memperhatikan dan beberapa kali diizinkan untuk mengikutu gerakan – gerakan tertentu yang masih aman untuk dilakunkan sesuai petunjuk instruktur yoga prenatal. Di akhir sesi ibu hamil menyampaikan manfaat yang mereka rasakan setelah pelaksanaan yoga prenatal dan berharap agar kegiatan ini terus berlanjut.
Pelaksanaan Yoga Prenatal

Pada pertemuan kedua tampak peningkatan jumlah ibu hamil yang ingin mengikuti yoga prenatal, hal ini menunjukkan perubahan perilaku dimana ibu hamil sadar akan pentingnya melakukan olah fisik dan psikologi serta meningkatkan kesadaran ibu hamil tenteng pemberdayaan diri agar tetap sehat dalam masa kehamilan melalui latihan yoga prenatal. Setelah pelaksanaan latihan yoga prenatal ibu hamil dilatih untuk melakukan relaksasi pernafasan yang dapat memberikan ketenangan batin dan mengurangi rasa nyeri. Diakhir sesi beberapa ibu hamil mengajukan pertanyaan, menyampaikan bahwa kendala yang mereka rasakan saat melakukan beberapa aktifitas karena kondisi kehamilan menjadi berkurang dan harapannya agar kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan.

Evaluasi post test yang dilakukan menunjukkan semakin pahamnya ibu hamil tentang manfaat yoga dan tehnik relaksasi sehingga dianggap berdaya dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologi (72%) dan belum berdaya untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologi melalui pelaksanaan yoga dan tehnik relaksasi (72%)


Upaya Peningkatan Hb Pada Ibu Hamil Dengan Pemberian Susu Tinggi Zat Besi Dan Pemberian tablet FE



Uliarta Marbun, S.ST.,M.Kes dan Arweni Puspitasari, S.ST, dosen tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai salah satu kewajiban dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Upaya Peningkatan Hb Pada Ibu Hamil Dengan Pemberian Susu Tinggi Zat Besi Dan Pemberian tablet  FE. Kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bowong Cindea Kabupaten  Pangkep dengan jangka waktu pelaksanaan November 2017 - Februari 2018.

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah yang sampai saat ini masih terdapat di Indonesia yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Di tingkat nasional, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia subur 17-45 tahun sebesar 39.5 %. Pemberian zat besi pada ibu hamil merupakan salah satu syarat pelayanan kesehatan K4 pada ibu hamil. Dimana jumlah suplemen zat besi yang diberikan selama kehamilan ialah sebanyak 90 tablet (Fe). Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain digunakan untuk pembentukan sel darah merah, zat besi juga berperan sebagai salah satu komponen dalam membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein yang terdapat pada tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim.

Sasaran  dalam  kegiatan ini adalah  ibu  hamil dapat melakukan deteksi dini dan penanggulangan  anemia dengan melakukan pemeriksaan hb dan pemberian tablet fe minimal 90 tablet selama masa kehamilan. pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelayanan  kesehatan  kepada ibu hamil terkait dengan permasalahan tingginya angka kejadian anemia pada kehamilan yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. 
Adapun luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah :
  1. Memberikan pengetahuan kepada ibu hamil yang masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan
  2. Memberikan pelayanan pemeriksaan haemoglobin pada ibu hamil sebagai deteksi dini adanya kejadian anemia.
  3. Pemberian tablet fe pada ibu hamil baik yang anemia maupun yang tidak anemia sebagai tindakan pencegahan dan pengobatan anemia
  4. Menyadarkan ibu hamil untuk memeriksakan hb minimal 2kali selama kehamilan dan memahami faktor penyebab anemia serta upaya pencegahannya.
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian pendidikan  kesehatan serta pemeriksaan kesehatan yaitu pemeriksaan hb pada ibu hamil dan pemberian tablet fe untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya mengkonsumsi tablet fe selama hamil serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan janinnya dengan menggunakan  metode ceramah dan diskusi dilanjutkan dengan  pemeriksaan  hb pada ibu hamil bekerjasama dengan  petugas laboratorium  puskesmas bowong cindea  kabupaten  pangkep serta pemberian  tablet fe bersama bidan  pelaksana puskesmas. Peserta ibu hamil yang mengikuti kegiatan sebanyak 32 orang.
Pemaparan Materi

Dalam pelaksanaan  kegiatan  ini, peserta antusias menyimak materi yang di berikan seputar pengertian kehamilan, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pentingnya  pemeriksaan  hb dan pentingnya konsumsi tablet fe selama kehamilan .
Setelah diberikan materi pendidikan kesehatan kepada ibu hamil, dilakukan pemeriksaan hb dan pemberian  tablet fe selanjutnya dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan pemeriksaan hb dan pemberian tablet Fe dengan jangka waktu satu bulan setelah kegiatan ( pemeriksaaan hb,  pemberian susu ibu hamil dan pemberian tablet Fe ) oleh Dosen dan petugas kesehatan  (bidan  pelaksana puskesmas dan petugas laboratorium). Hasil evaluasi menunjukan bahwa terjadi peningkatan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemia sedang menjadi anemia ringan, dari anemia ringan menjadi tidak anemia dan yang tidak anemia tetap dalam keadaan normal.
Peserta Antusias dalam Menyimak Materi

Tahap berikutnya direncanakan untuk melakukan evaluasi continue pada ibu hamil yang telah secara rutin mengkonsumsi makananan atau minuman yang mengandung zar besi dan tablet fe selama hamil sampai melahirkan  hingga masa nifas berlangsung. Untuk meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber besi terutama dari protein hewani seperti daging sehingga walaupun tetap mengonsumsi protein nabati diharapkan konsumsi protein hewani lebih besar dibandingakn protein nabati, hal ini tentunya bisa diwujudkan dengan memanfaatkan pekarangan sekitar rumah warga ( ibu hamil).


Optimalisasi Pemberian Imunisasi pada Bayi dan Balita


Irnawati,S.ST.,M.Keb melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan "Optimalisasi Pemberian Imunisasi pada Bayi dan Balita" yang dilaksanakan di Pustu Desa Tassese, Kab. Gowa. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini didasarkan melalui beberapa masalah yang ada di lingkup masyarakat.

Anak merupakan buah hati yang sangat berharga bagi orang tua, yang kelak akan menjadi penerus bangsa. Untuk mempersiap kan penerus bangs  tersebut, diperlukan anak-anak Indonesia yang sehat fisik maupun mental sehingga bermanfaat untuk bangsa dan negara. Asuhan dan perlindungan terhadap penyakit yang dapat menghambat tumbuh kembang anak menuju dewasa yang berkualitas tinggi diperlukan dalam mewujudkan hal tersebut Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan pada tubuh dan mencegah penyakit serius yang mengancam jiwa. Selama beberapa minggu setelah kelahiran, bayi memiliki sistem perlindungan terhadap penyakit yang diturunan melalui plasenta dari ibunya sebelum lahir. Namun, perlindungan ini hanya bersifat sementara dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Untuk itulah pemberian imunisasi diperlukan guna memberikan kekebalan terhadap penyakit pada balita di atas ambang perlindungan 

Sikap, kepercayaan, dan perilaku kesehatan ibu juga merupakan hal yang penting, karena penggunaan sarana kesehatan oleh anak berkaitan erat dengan sikap, perilaku, dan kepercayaan ibu tentang kesehatan sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi status imunisasi. Masalah pengertian dan keikutsertaan orang tua dalam program imunisasi tidak akan menjadihalangan yang besar bila pendidikan yang memadai tentang hal tersebut diberikan. Berdasarkan penjelasan inilah Irnawati, S.ST.,M.Keb melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Optimalisasi Pemberian Imunisasi pada Bayi dan Balita.

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat berbasis ipteks bagi masyarakat (ibM) ini adalah ibu yang mengikuti pendidikan kesehatan tentang imunisasi di Pustu Tassese dan PusKesmas Manuju, Sulawesi Selatan yang mana berdasarkan hasil survey Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 40/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jamnya terjadi 22 kematian Bayi dan balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. 
Oleh karena itu Depkes telah meluncurkan berbagai program kesehatan untuk menanggulangi hal ini..Berdasarkan pertimbangan ini maka sangant perlu mengajari ibu dan mengoptimalisasikan pemberian makanan pendamping ASI sesuai dengan rentang umur Bayi sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian Bayi. Esensi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis IbM ini adalah Memberi solusi dari permasalahan Ibu yang memiliki Bayi dan Balita di di Desa Tassese Kab. Gowa di bidang kesehatan.

Luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah :
  1. Ibu mengetahui dan memahami Manfaat dan pentingnya Imunisasi pada Bayi dab Balita 
  2. Ibu Mengetahui dan memahami Jenis-Jenis Imunisasi, efek samping, tanda imunisasi berhasil pada jenis  imunisasi tertentu dan waktu yang tepat untuk imunisasi.
  3. Ibu Mengetahui resiko yang bisa terjadi jika Bayi dan Balita tidak mendapatkan Imunisasi.
  4. Meningkatnya jumlah bayi dan balita yang mendapatkan Imunisasi sesuai umur
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi yang diberikan pada masyarakat di Desa Tassese Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang bertindak sebagai pemateri adalah Irnawati, S.ST., M.Keb dengan materi pendidikan kesehatan tentang Optimalisasi Pemberian imunisasi pada bayi dan balita di Desa Tassese Kecamatan Manuju kabupaten gowa dengan melibatkan 4 orang mahasiswa. Dengan adanya penyuluhan ini di harapkan akan menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya Imunisasi pada bayi dan balita. Masyarakat sangat senang dengan kegiatan ini dan memperhatikan apa yang disampaikan.

Setelah diberikannya materi penyuluhan, maka satu bulan kemudian dilakukan evaluasi kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukan bahwa masyarakat memahami dan bersedia untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi ketika sudah jadwal imunisasi. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya jumlah bayi dan balita yang ikut serta dalam pemberian imunisasi, yaitu sebelum penyuluhan dari 45 bayi dan balita hanya 10 orang yang mau diberikan imunisasi dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 25 orang bayi dan balita yang ikut pemberian imubisasi dari 45 orang bayi dan balita.


Peningkatan Kompetensi Guru PAUD formal dan non formal melalui pendidikan kesehatan dan Gizi pada Anak Usia Dini


Menjadi guru PAUD yang kreatif  adalah kerelaan, ketulusan dan keberanian. Guru PAUD adalah Kerelaan, Rela ketika harus Terus Belajar dan Belajar, Tidak ada kata puas untuk seorang guru yang kreatif. Guru Paud adalah ketulusan, guru yang mempunyai kecintaan yang tulus pada anak, berminat pada perkembangan anak, bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak, hangat dalam bersikap dan bersedia bermain dengan anak. Kata kuncinya di sini: mencintai anak. Jika rasa cinta pada anak-anak sudah muncul di dalam hatinya, maka sikap-sikap berikutnya akan mengikut, seperti memperhatikan, memedulikan, bersimpati, berempati, sikap hangat, dan seterusnya. Guru yang Cerdas Dalam Menemukan Talenta Anak Didiknya. Guru PAUD adalah keberanian, guru PAUD harus  mulai berani merubah pola pikir kebiasaan yang lama dengan hal-hal yang baru. Intinya percaya diri, kenali potensi, berani mencoba berkarya dan banyak membaca. Guru paud harus Pandai memanfaatkan “Apa Yang Ada” Biasanya guru yang kreatif pandai memanfatkan apa yang ada di dalam sekolah. Kertas bekas pun bisa menjadi sarana belajar yang menarik, dan disampaikan dengan cara belajar yang menarik pula. Percaya Diri Tentu saja sifat percaya diri dan selalu ingin berkembang harus ada pada diri guru yang kreatif.

Tidak mudah memang menjadi seorang guru yang kreatif, karena karya apapun yang dia ciptakan harus kembali kepada anak didiknya.  Berani Mencoba Menciptakan Metode Yang Baru Tidaklah muah mentransfer ilmu dari seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru. Namun seorang guru yang kreatif akan mencoba berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami materi pelajaran yang diberikan."Jumlah sarana sekolah jenjang PAUD di semua wilayah di Pangkep mencapai sekitar 290 unit yang tersebar di 13 kecamatan di Pangkep. Guru  PAUD di Pangkep juga telah mendapatkan insentif sebanyak Rp 500 ribu per bulan dari pemda setempat. Selain itu para pengelola PAUD juga dibantu berbagai sarana pembelajaran hingfa mobiler dan alat permainan. Diharapkan peran PAUD di masyarakat sangat strategis untuk memulai dan memperkenalkan dunia pendidikan bagi seorang anak. (rudi/edi)”, Namun disini Guru Paud belum pernah mendapatkan Pendidikan mengenai Kesehatan dan gizi pada Anak Usia Dini.

Mengangkat dari permasalahan diatas, maka Ibu Syalmia Syam, S.ST,M.Kes sebagai Dosen Tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Judul Peningkatan Kompetensi Guru PAUD formal dan non formal melalui pendidikan kesehatan dan Gizi pada Anak Usia Dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Labakkang  Kabupaten Pangkep pada hari Sabtu, 9 Desember 2017.

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat berbasis ipteks bagi masyarakat (ibM) ini adalah masyarakat di wilayah Kecamatan Labakkang kab. Pangkep, Sulawesi Selatan yang mana berdasarkan hasil survey jumlah PAUD dalam satu kecamatan sebanyak 11 Paud dimana  murid sejumlah 130 orang.

Metode pelaksanaan program dari kegiatan ini adalah memberikan pendidikan dan promosi kesehatan pada guru PAUD Kantor camat Labbakkang kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan . Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini yaitu tim akan melakukan evaluasi pra pemberian pendidikan kesehatan dan Gizi  anak Usia Dini pada Guru PAUD lalu evaluasi Kegiatan Guru PAUD terkait Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini.
Pemaparan Materi

Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini, yang bertindak sebagai penyuluh adalah Syalmia Syam,S.ST.,M.Kes yang memberikan materi penyuluhan tentang Promosi Kesehatan dan Gizi pada Guru Paud di Kantor Kecamatan Labakkang kabupaten Pangkep dengan Harapan kesehatan Gizi pada siswa PAUD lebih meningkat. Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini, Guru PAUD antusias menyimak materi yang di berikan seputar pengertian ,Manfaat dan Gizi PAUD, Kegiatan terkait kesehatan dan gizi, Tehnik Menjaga Kesehatan dan Gizi.

Setelah diberikannya materi penyuluhan, maka dilakukan evaluasi kepada Guru PAUD. Hasil evaluasi menunjukan bahwa Guru PAUD sebagai peserta penyuluh telah memahami Pentingnya Kesehatan dan Gizi bagi siswa PAUD dan menyiapkan timbangan di Sekolah masing-masing untuk memantau Berat Badan Siswanya.
Hal yang menjadi faktor pendorong dalam kegiatan ini adalah: Menariknya topik penyuluhan yaitu tentang Tehnik menjaga Kesehatan dan Gizi dan Keingintahuan peserta penyuluhan tentang Kesehatan dan GIZI pada anak PAUD.

Dokumentasi Kegiatan :




Optimalisasi Kemampuan Ibu pada kelas Ibu Balita dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI


Salah satu dosen tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Judul "Optimalisasi Kemampuan Ibu pada kelas Ibu Balita dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI" yang dilaksanakan di Posyandu Seruni kampo baru keluarahan Bori Appaka Kecamatan Bungoro Kab. Pangkep dan Puskesmas Bowong Cindea Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep pada hari Senin, 18 Desember 2017. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kewajiban dosen dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu salah satunya Pengabdian Kepada Masyarakat.

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat berbasis ipteks bagi masyarakat (ibM) ini adalah ibu yang mengikuti Kelas Ibu Balita di wilayah Puskesmas Bowong Cindea kab. Pangkep, Sulawesi Selatan yang mana berdasarkan hasil survey Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 40/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jamnya terjadi 22 kematian balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. Esensi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis IbM ini adalah Memberi solusi dari permasalahan Ibu yang memiliki Balita di Kelurahan Bori appaka Kecamatan Bungoro kabupaten Pangkep di bidang kesehatan yaitu Tingginya angka kesakitan dan Kematian Bayi Melalui Optimalisasi Pemberian Makanan Pendamping ASI.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini yaitu tim akan melakukan evaluasi pra pelatihan lalu evaluasi pasca pelatihan serta evaluasi terkait pemberian MP-ASI yang sesuai dengan tahapan umur dengan kurangnya infeksi yang berulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan dan Penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan tehnik membuat MP-ASI yang diberikan pada masyarakat Masyarakat di  Posyandu  Seruni kampo baru kelurahan bori appaka kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep terdiri dari 30 orang.
Ibu Firawati Memberikan Materi
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang bertindak sebagai Pelaksana adalah Firawati,S.ST.,M.Keb  yang memberikan Pelatihan dan Penyuluhan tentang MP-ASI kepada masyarakat di Posyandu Seruni Kampo baru kelurahan  Bori Appaka  Kec. Bungoro Kab. Pangkep dengan melibatkan 5 orang mahasiswa. Diberikannya Pelatihan Pembuatan MP-ASI di harapkan akan menambah pengetahuan masyarakat tentang Manfaat MP-ASI yang bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, masyarakat antusias menyimak Materi MP-ASI yang di berikan seputar , Menu, cara Pembuatan, Manfaat, serta yang utama yaitu Peningkatan BB balita yang Kurang dengan Memberikan MP-ASI dengan cara yang Benar.

Dokumentasi Kegiatan :



Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Bayi Melalui Kelas Ibu Hamil


Program kelas ibu hamil adalah salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terjadi perubahan perilaku positif sehingga ibu memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan dengan demikian akan meningkatkan persalinan ke tenaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan Anak. 

Millenium Development Goals (MDGs) atau tujuan pembangunan millineum adalah upaya untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara 189 negara anggota PBB. Salah satu tujuan pembangunan millennium adalah meningkatkan kesehatan ibu dan menurunkan kematian anak. Meningkatkan kesehatan ibu merupakan salah satu indicator untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI). Kehamilan merupakan suatu mata rantai yang berkesinambungan yang dimulai dari adanya ovolasi sampai tumbuh kembangnya hasil konsepsi di dalam uterus.. Kehamilan merupakan proses alamiah, tetapi harus dilakukan asuhan yang tepat agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu selama hamil melalui upaya pendekatan yaitu kelas ibu hamil. Kegiatan kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir melalui praktik dan menggunakan buku KIA. Adapun tujuan dari diselenggarakannya kelas ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama hamil, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/adat istiadat, penyakit menular serta akte kelahiran. 

Berdasarkan paparan di atas tentang pentingnya kelas ibu hamil, maka salah satu dosen tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar, Hasnita, S.ST.,M.Keb melakukan pengabdian masyrakat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, merubahan perilaku positif sehingga ibu memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan di puskesmas minasa te’ne kabupaten pangkep.

Pada dasarnya pelaksanaan kelas ibu hamil merupakan bentuk intervensi yang dilakukan petugas kesehatan dengan buku KIA yang menjadi referensi utamanya, kelas ibu hamil dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pendekatan belajar orang dewasa (BOD), metode yang digunakan pendekatan belajar orang dewasa adalah ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik, curah pendapat, penugasan, stimulasi diharapkan mampu mengoptimalisasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai kehamilan dan persiapan persalinan. Ibu beserta suami dan anggota keluarga yang lain harus sudah merencanakan persalinan yang aman oleh tenaga kesehatan.

Sasaran kegiatan kelas ibu hamil adalah seluruh ibu hamil pada umur kehamilan >28 minggu (trimester III), karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, dan dapat dipantau  sampai ibu bersalin. Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal sebanyak 10 orang setiap kelas dan terdiri dari 2 kelas ibu hamil.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang bertindak sebagai penyuluh adalah Hasnita, S.ST.,M.Keb yang memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil melalui kelas ibu hami di Pustu Panaikang Wilayah kerja Puskesmas Minasa Tene Kabupaten Pangkep dengan melibatkan 5 orang mahasiswa. Setelah dilaksakan kelas ibu hamil di harapkan akan mengubah perilaku dan menambah pengetahuan ibu hamil tentang manfaat buku KIA, dapat mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan, dapat menyiapkan persiapan persalinan. 
Selama proses penyuluhan, ibu hamil antusias mendengarkan informasi yang diberikan. Setelah penyuluhan selesai, beberapa diantaranya memberikan pertanyaan sehubungan dengan tanda bahaya apa saja yang terjadi selama kehamilan dan tanda-tanda persalinan. Evaluasi post test yang dilakukan juga menunjukkan semakin pahamnya ibu hamil tentang materi yang telah diberikan.

Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Pelayanan IVA Tes di Pustu Bulu Cindea

Sebagai dosen di Perguruan Tinggi, baik itu Negeri ataupun Swasta setiap dosen diwajibkan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat.

Hal inilah yang dilaksanakan oleh salah satu Dosen tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar, Ibu Basse A.Lewa, S.ST,M.Kes dengan Judul "Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui  Pelayanan IVA Tes di Pustu Bulu Cindea" yang dilaksanakan di Puskesmas Bowong Cindea Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep pada hari Jum'at, 24 November 2017.

Tujuan kegiatan ini tentunya untuk mendekatkan informasi seputar pentingnya kesehatan reproduksi bagi kaum perempuan agar dapat terhindar dari bahaya kanker serviks melalui tes IVA atau papsmear serta mencegah kanker payudara melalui pemeriksaan payudara secara klinis (Sadarnis). Selama ini informasi seputar kesehatan perempuan dapat ditemukan di berbagai Unit Layanan Kesehatan seperti Polindes, Poskesdes, Pustu, Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten baik masalah kehamilan, melahirkan, serta menyusui namun masalah kanker serviks dan payudara masih sangat minim edukasi.


Tes IVA, Papsmear dan Sadarnis adalah upaya untuk mencegah kanker serviks dan payudara menjadi sesuatu yang baru bagi sebahagian besar anggota komunitas saat memberikan materi tersebut terlebih saat mengkampanyekan pentingnya pemeriksaan ini dilakukan agar terhindar sejak dini dari kedua jenis kanker ini, tahun pertama program berjalan bukan tanpa tantangan hingga mereka sadar dan tergerak sendiri untuk melakukan pemeriksaan IVA melalui Subsidi Program MAMPU kala itu, hingga melihat animo para anggota komunitas ini yang cukup tinggi maka pihak Puskesmas Minasatene pun mulai menyisihkan anggaran tetap untuk pengadaan alkes pemeriksaan IVA dan Papsmear ini dan memberlakukan pelayanan reguler untuk pemeriksaan ini di Puskesmas dan masih berjalan hingga saat ini.

Metode pelaksanaan program dari kegiatan ini adalah Melakukan pemeriksaan IVA tes kepada Wanita usia Subur kemudian memberikan hasilnya   untuk selanjutnya dilakukan Pemeriksaan Papsmer kepada Dokter serta memberikan Pengobatan Langsung jika terdeteksi adanya tanda-tanda Kanker Serviks, Setelah Pengobatan selesei,Wanita Usia Subur kembali ke Pustu untuk pengecekan lebih lanjut.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini yaitu tim akan melakukan evaluasi pra Pemeriksaan Iva tes lalu evaluasi pasca Pemeriksaan Iva Tes jika ada tanda-tanda Kanker serviks serta evaluasi terkait pemberian Obat yang dilakukan Oleh dr. Jika ada Hasil yang serius didapatkan pada saat Pemeriksaan Iva Tes.




Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Senam Hamil



Keberhasilan pembangunan kesehatan sesuai dengan tujuan dari pembangunan millennium yang menetapkan tahun 2015 sebagai batas waktu pencapaian target-target, tujuan dari Milleium Development Gold (MDGs). Dari delapan tujuan tersebut ada tujuan yang membahas tentang angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu yaitu masuk dalam tujuan keempat dan kelima.
Perubahan  paradigma dan kemajuan zaman membuat masyarakat berupaya meningkatkan derajat  kesehatannya. Salah satu upaya tersebut adalah persiapan dalam menghadapi proses persalinan yang aman, nyaman dan  lancar. Kelancaran dalam menghadapi proses persalinan dapat dipersiapkan sejak awal salah  satunya adalah mengikuti kegiatan senam hamil bagi ibu-ibu hamil.

Senam hamil merupakan latihan gerak yang diberikan kepada ibu hamil untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun mental untuk menghadapi proses persalinan selain memerlukan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup ibu hamil juga memerlukan olahraga yang baik namun tidak membahayakan kehamilannya. Senam hamil  dapat menjaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam mekanisme persalinan, mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri sendiri dan penolong dalam  menghadapi persalinan dan membimbing  wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis. Senam hamil juga memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan, melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan, membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas, menguasai teknik-teknik pernapasan dalam  persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenangan.

Dari beberapa pembahasan diatas, maka atas dasar itulah salah satu Dosen Tetap STIKES Nani Hasanuddin Makassar, Ibu Hendriani Syam, S.ST,M.Kes melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Judul "Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Senam Hamil" yang dilaksanakan di Pustu Bonto Langkasa Kecamatan Minasa Te’ne dan Puskesmas Minasa Te’ne Kab.Pangkep pada hari Jum'at, 10 November 2017.
Pelaksanaan Senam Ibu Hamil
Sasaran kegiatan ini adalah seluruh ibu hamil pada umur kehamilan >28 minggu (trimester III), karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat, tidak takut terjadi keguguran, dan dapat dipantau  sampai ibu bersalin. Jumlah peserta senam hamil maksimal sebanyak 10 orang setiap kelas dan terdiri dari 2 kelas ibu hamil. 
Pemaparan Materi

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk simulasi dan praktek melalui senam hamil yang merupakan olahraga ringan untuk ibu hamil di Pustu Bonto Langkasa Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep yang terdiri dari 20 orang dengan prosedur yang terprogram 
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, yang bertindak sebagai fasilitator adalah Hendriani Syam, S.ST.,M.Kes yang mengarhakan dan membimbing pada ibu hamil dalam pelaksanaan senam hamil di Pustu Bonto Langkasa Kecamatan Minasa Te’ne Kabupaten Pangkep dengan melibatkan 5 orang mahasiswa. Setelah dilaksakan senam hamil di harapkan akan meningkatkan taraf kesehatan ibu hamil dan membuat ibu merasa lebih siap dalam menghadapi persalinan, dapat mengurangi keluhan pada ibu hamil dan proses persalinan.